opencv dan puisi rumi

apa hubungannya?? iya mungkin itu yang pertama patut ditanyakan πŸ™‚ maklum kayaknya istilah di bidang IT dengan sastra itu jauh ya πŸ˜€ mungkin seperti itulah yang dirasakan. Opencv adalah aplikasi yang di gunakan untuk capturing video bersifat opensource (aku gak bermaksud nyinggung kemendiknas yang kerjasama ma microsoft) dan puisi adalah bagian dari sastra yang kadang rumit dan berbelit-belit dalam memilih kata (diksi istilahnya seperti itulah) sedangkan Rumi (Maulana Jalaludin) adalah tokoh tasauf yang menggunakan pendekatan cinta dan sering mengungkapkan segala rasanya melalui syair. Sampai disini belum ketemu hubungannya juga ya….

Tutorial opencv sebagaimana tutorial pemrograman lainnya sering memulai program pertama dengan “Hello World” (makin gak nyambung kan?) yah karena ini nyangkut capturing video dan image maka latiannyapun ngambil dan nampilkan gambar. Nah untuk yang kedua (maksudnya tutorial kedua) ini meminta untuk menampilkan file video berekstensi *.AVI dan ternyata di laptopku ada sebuah film dan film itu adalah KCB 1 & 2 (kalo ini copyan, donlotan ga pake bayar dapet dari komputer adikku so gak tau ini beli atau gak πŸ™‚ ) nah dari nampilin film ini jadi penasaran deh nonton filmnya (biar gak jenuh ngurusi teks aja).

KCB 1 kayaknya biasa aja lah tentang dunia mahasiswa di rantau dari kuliah ampe masalah2 yang meliputinya, aku nganggepnya standar ajalah untuk film ini. di KCB 2 kayaknya jadi membawa emosi nih soale permasalahan makin kompleks. (nih dah makin jauh dari pemrograman soale dah bicara interpretasi sastra). Ada yang cukup menarik dan membuatku langsung menebak bahwa penulis novel ini mempunyai madzab cinta dan segala tentang “kepasrahan diri” mungkin bisa diliat dari kitab yang dibaca oleh tokoh-tokohnya “al hikam” Β dan puisi yang diucap oleh 2 tokoh perempuan disitu langsung mengingatkanku akan syair-syairnya Rumi (maaf aku ga baca novelnya, soale males ada kata2 cintanya πŸ™‚ ). Dari puisi ini saya yakin ini ngutip diwan syamsyi tabriz yang dulu aku juga sering ngutip untuk membicarakan cinta biar keliatan puitis :). Dan ingatanku tak meleset soal ini, abis googling ternyata puisi itu dari diwan syamsi tabriz yang di terjemahkan abdul hadi wm.

yah sekedar mengingat aja … kalo yang seneng baca novel monggo dibaca yang suka liat filmnya ya monggo diulang2 untuk mengetahui Β puisinya. Untuk kutipan puisinya silahkan dicari sendiri soale kalo ditulis disini ntar dikira terlalu romantis dan melankolik πŸ™‚ (maaf dulu ada yang nyuruh ngganti bacaanku dengan novel :), biar ga baca buku filsafat, politik dan biografi tokoh, maaf cuma baca beberapa novel πŸ™‚ kayaknya tidak begitu banyak memuat judul cinta deh)

About Author:

kadang NgeBlog, kadang baca buku, Pengguna linux biasa yang kadang ngajar tentang IT, kadang matematika dan kadang juga tentang web

Leave A Comment