Mereka yang mewakafkan diri untuk muhammadiyah

Hiruk pikuk politik dan deklarasi dukungan dari berbagai alumni dan juga ormas, bahkan anak muda pun tak mau kalah ambil bagian dalam hiruk pikuk ini. Seliweran berita deklarasi pun ramai dibahas di grup grup whatsapp, baik yang mendukung ataupun sekadar nyinyir. Ruang politik begitu cair dan meresap dikalangan masyarakat, bahas dukungan capres, ataupun saling kritik. Iya, itulah ruang ‘public space’ yang kita miliki saat ini. Tapi ada juga sekelompok ‘muda’ yang memilih jalur tidak populer dan jauh dari popularitas, yaitu kerja kerja sosial keummatan.

Jalur yang jarang dilirik oleh kaum muda yang memikirkan nasib bangsa pasca gelaran demokrasi lima tahunan. Investasi jangka panjang yaitu kerja untuk masa depan pendidikan calon generasi emas Indonesia. Iya mereka adalah anak muda yang memilih untuk mewakafkan dirinya untuk kerja persyarikatan muhammadiyah. Beruntung aku bertemu dan berkumpul dengan mereka yang saat ini tertatih untuk mendirikan Amal Usaha dibidang pendidikan yaitu SD Muhammadiyah di PCM Bojong. Memakan waktu lama hingga dua dekade untuk memutuskan bahwa PCM ini layak mendirikan AUM Pendidikan berupa Sekolah Dasar, mungkin bagi PCM atau PRM dilain tempat itu hal yang mudah. Generasi inilah yang memulai mendirikan AUM ekonomi berupa BTM yang sekarang assetnya sudah miliaran, sudah mendirikan SMK dengan siswa sudah ratusan dan sekarang mereka memasang target tinggi lagi yaitu mendirikan SD Unggulan. Mereka memaksa energi lebih mereka untuk memotivasi jamaah persyarikatan bergerak lebih kuat.

Mereka adalah orang yang meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan juga hartanya. Tidak menunggu janji para politisi untuk gelontoran pendanaan. Tidak menunggu para kandidiat politik turun memberikan bantuan dana. Tetapi mereka menggunakan diri mereka sebagai jaminan untuk pendanaan dari lembaga keuangan yang ada. Dana jamaah yang terkumpul adalah motivasi tersendiri yang menguatkan.

Dalam suatu rapat, ketua PCM yang kebetulan adalah seorang guru PNS di SD, menggunakan segala sumber keuangan dengan jaminan dirinya sendiri untuk memulai pendanaan pembangunan. Hingga kemudian AUM yang sudah berdiri dapat mulai untuk memenuhi pendanaan sendiri. Jauh dari publikasi, jauh dari popularitas tetapi manfaat untuk ummat.

About Author:

kadang NgeBlog, kadang baca buku, Pengguna linux biasa yang kadang ngajar tentang IT, kadang matematika dan kadang juga tentang web

Leave A Comment