Media Sosial dan Popularitas

Indonesia dikenal sebagai pengguna sosial media teraktif seperti yang pernah saya tulis di muhammadiyah digital dan cukup signifikan sebagai negara berkembang. Penggunaan media sosial untuk kampanye tingkat nasional telah dibuktikan oleh rakyat Indonesia pada perhelatan pemilu presiden 2014 kemarin. Jika kita cari di Internet maka kita akan menemukan beberapa laporan tentang itu seperti di techinasia yang bahas tentang golden twit dan juga tokoh dengan follower terbanyak di twitter misalnya. Dan kekuatan kampanye media inilah yang cukup menarik untuk dibahas lebih-lebih pilkada DKI Jakarta yang menarik perhatian banyak mata, walaupun bukan sebagai warga Jakarta.

Kita akui bahwa Jakarta adalah wajah depan Indonesia dengan segala perniknya, sehingga dapat dikatakan sebagai Indonesia kecil karena kemajemukan budayanya. Pusat perekonomian dan juga barometer perpolitikan Indonesia, apalagi dengan isu yang ada saat ini menarik dalam demokrasi dan kebhinekaan. Anggaplah ini bentuk ujian seberapa demokratisnya kita ketika berhadapan langsung dengan SARA yang kita akui sebagai wujud kebhinekaan. Isu yang berkembang dan ditarik ke wilayah publik sangat jauh dari demokratis dan jauh dari mengakui kebhinekaan bangsa ini.

Kampanye media dan sentimen yang dihembuskan kepada publik dapat menjadi isu yang menggambarkan seolah bangsa ini belum dapat menerima bhineka tunggal ika. Isu rasial mudah kita hembuskan lebih-lebih dengan imbuhan ajaran agama yang menganjurkan untuk memilih atau tidak memilih pemimpin tertentu. Lengkap sudah Indonesia, padahal ini adalah pilkada Jakarta tetapi seluruh indonesia melibatkan diri untuk menangkap isu dan juga ikut menganjurkan sentimen-sentimen tertentu.

Melibatkan diri dalam persilangan isu yang saling sengkarut dan kadang juga mengusik keyakinan akan menjadikan kita tidak secara jernih membaca pertanda yang ada. Kita mengakui demokrasi yang memberikan kebebasan warga untuk berpendapat, dipilih dan juga memilih, maka seharusnya kita juga mengakui perbedaan yang ada, bukan untuk saling menghalangi dan menghilangkan hak sebagai warga. Membaca informasi adalah bagian dari memilah data dan juga bagian untuk membangun strategi media baik untuk kampanye ataupun counter isu.

Nah daripada kita berbicara tanpa data maka kita mulai untuk mencari informasi ataupun data yang beredar, setidaknya kita lihat dari informasi yang beredar di twitter. Ya anggap saja kita belajar ilmu baru tentang data mining atau big data yang lagi trend. Untuk saat ini sudah banyak tool yang beredar untuk sekedar ngumpulin data dari twitter bahkan sampai pada analisisnya. Saat ini penulis menggunakan rujukan dari marcobonzanini dan tools yang digunakannya untuk twitter data mining. Dan juga tools dari pablobarbera yaitu pytwools.

Screenshot from 2016-03-20 19-56-38

Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 17 Maret 2016 mulai pukul 11.50 WIB (04.50 UTC)  sampai dengan 14.39 WIB (07.39 UTC). Pada percobaan ini menggunakan kata kunci “ahok”, “yusril”,”pilkada” untuk penentuan kata kunci ini hanya sekedar terlintas dan belum ilmiah sebagai sampling tapi setidaknya biar muncul nama-nama yang saat ini marak dalam issu media sosial. Twitter yang terkumpul adalah 15.035 cuitan. Berikut data yang dapat ditampilkan

kata yang sering muncul

[(‘ahok’, 13216), (‘hanura’, 3933), (‘pkb’, 2519), (‘dki’, 2513), (‘partai’, 2310), (‘dukung’, 1911), (‘nasdem’, 1544), (‘teman’, 1484), (‘dukungan’, 1443), (‘didukung’, 1436), (‘dhani’, 1427), (‘pilkada’, 1408), (‘ahmad’, 1387), (‘dana’, 1202), (‘cagub’, 958), (‘wiranto’, 903), (‘dpr’, 867), (‘uu’, 830), (‘revisi’, 812)]

tweet yang banyak di retweet

[temanAhok]: PENGUMUMAN PENTING: Kita Memutuskan Untuk Mengumpulkan Ulang KTP untuk Ahok-Heru >>> https://t.co/tDoMwK5hZR https://t.co/KgB2nYSxFE [1039 retweets]
[MataNajwa]: “Saya lebih baik tidak jadi gubernur tapi dipercaya orang. Daripada jd gubernur tapi tidak dipercaya orang,” Ahok. @basuki_btp #MataNajwa [785 retweets]
[jokoanwar]: Yok kita dukung Ahok jadi gubernur DKI independen. Biar kerja untuk rakyat, bukan untuk parpol. Jadilah @temanAhok We need your help! [608 retweets]
[MataNajwa]: “Kalau sy nafsu jabatan, saya akan baik-baikin org & gak akan berantem dgn DPRD,” Ahok. @basuki_btp #MataNajwa [476 retweets]
[NUgarislucu]: Ahok ini hebat, hanya karena dia nyalon lagi jadi gubernur, semua orang menjadi beriman. Setiap waktu bicara soal Iman. Subhanalloh. [426 retweets]
[ernestprakasa]: Gw Cina, Ahok Cina. Maka klo gw dukung Ahok, gw itu rasis krn dukung cagub yg sesama Cina jg. Gitulah logika curut yg doyan gadoin mecin. [378 retweets]
[MataNajwa]: Pilkada Jakarta bukan pertaruhan Ahok semata, tapi masa depan nasib warga. #MataNajwa [274 retweets]
[anikedno]: @AlKohler7 @basuki_btp emang yang edit pak Ahok? Kamu ganteng tapi agak bego nak [271 retweets]
[MataNajwa]: “Gak jadi gubernur periode kedua pun tdk masalah. Yg penting persepsi orang baik (ke saya),” Ahok. @basuki_btp #MataNajwa [251 retweets]

dari list di atas dapat kita lihat twit dari siapa yang banyak di retweet

berikut user aktif yang berkontribusi pada kumpulan twit tersebut

pejuangNKRI9,69
Brani2000,65
Opsus2000,62
diking_north_ba,45
bungtomsss,35
faisalovers,34
UrbanPlural,32
IrenImport2014,29
Ahok_BasukiTP,29
wawan309wsn,29

Nah dengan data-data tersebut sepertinya sudah cukup lumayan untuk kita bermain-main, sehingga tidak sekedar koar-koar dan tidak tersasar pada target kampanye. Dan kita pun harus mulai menyadari pentingnya masyarakat dunia maya yang jumlahnya 30% dari penduduk Indonesia ini. Tidak terheran-heran dengan rilis hasil survey yang beberapa hari yang lalu diumumkan di media, yang rata-rata merilis bahwa popularitas kandidat DKI tidak jauh-jauh dari hasil rekaman jumlah kata kunci yang muncul di twitter.

Strategi kampanye media harus mulai melihat pada data-data saat ini. Jika sekedar menggunakan isu dan anjuran agama maka kita akan berhadapan dengan kekuatan para penganjur demokrasi. Dan data lebih banyak berbicara dan menjadi rujukan bagi pengguna media sosial saat ini. Mari kita bermain data yang tak terbantah, sebagai wujud pengakuan kita akan demokrasi dan kebhinekaan …. selamat malam …

 

About Author:

kadang NgeBlog, kadang baca buku, Pengguna linux biasa yang kadang ngajar tentang IT, kadang matematika dan kadang juga tentang web

One thought on “Media Sosial dan Popularitas

Leave A Comment