Filsafat : Kebenaran dan Keraguan

Filsafat : kebenaran dan keraguan
Filsafat adalah induk ilmu yang sulit untuk dipelajari, setidaknya seperti itulah yang kudapat dari ustadzku sewaktu ikutan “mondok” di shobron. Sehingga model pembelajaran filsafat pasti akan beragam sesuai dengan pemahaman sipengajar, seperti ustadzku yang ngajar menggunakan “dunia sophie” untuk mengantarkan ke alam filsafat. Jostein gaarder menuturkan pengenalan filsafat melalui tokohnya yaitu sophie, mulai dari mengenal diri dan kemudian pada pertanyaan2 mendasar. Mengenalkan filsuf2 dengan segala pola pikirnya dan membangun pemikiran kritis untuk mulai mempertanyakan. Kembali pada filsafat yang sulit ini, pembelajaran filsafat melalui novel sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu, semisal Hayy bin yakdzan dari ibnu thufail, yang menceritakan 2 orang tokoh yang mencari kebenaran dari 2 sumber yang berbeda. Alur ceritanya mungkin akan mengenalkan kita seperti petualangan tarzan, atau mowgli utk tokoh hayya yg lahir dan besar di hutan yang belajar pengetahuan langsung dengan alam 🙂 ok ntar kapan2 tak tulis sendiri aja ya. Nah pelajaran filsafat ini memulai dengan perenungan dan pertanyaan bukan tiba2 jadi filosof ya.
Perkenalan awal dengan filsafat entah itu filsafat barat ataupun fisafat Islam adalah awal yang mengerikan karena kita diajak untuk mempertanyakan diri kita sendiri. Silakan entar dibuka semua buku pengantar filsafatnya. Pembeda filsafat islam dan barat adalah pada epistemologi nya, mungkin kalo bahasa mudahnya adalah metode berpikir dan sumber acuan pikir, jadi tidak melulu semua di Islamkan tetapi harus jelas rujukan dan metode pikirnya, kalo pernyataan ini jelas aku nyitir Gus Pur waktu bedah buku AAS beliau.
Kebenaran dan keraguan
Nah ini yang sempat menarik, mungkin banyak pembaca yang mengalami bahwa pasca reformasi ada tren dikalangan muslim banyak muncul larangan belajar filsafat. Beda dengan era sekarang ampe ngadain acara pun ngundang filosof populer di ILC “no rocky no party”. Ketakutan untuk pencarian kebenaran dan meragukan kebenaran ini yg katanya menghambat perkembangan ilmu pengetahuan islam pasca ibnu taimiyah. Makin banyak yang dibahas ya. Kebenaran itu dari Tuhanmu, setidaknya penggalan ayat yg dipakai untuk menolak metode filsafat untuk meragukan segala sesuatu. Dan tinggalkanlah keragu raguan, nah lho metode filsafat yg meragukan segala kebenaran harus ditinggalkan. Setidaknya itulah yang sering muncul dalam diskusi kecil mahasiswa ketika memulai ke alam filsafat.
Pernah seorang teman, sebut saja namanya joyo, aktivis mahasiswa pada tiap pengantar diskusi sering mengutip teori filsafat bidan nya si socrates yang katanya membantu lahirnya filsafat di bumi ini. Lho trus hubungannya apa dengan gerakan mahasiswa, ya setidaknya itulah bahwa mahasiswa harus berpikir kritis dan mendalam.
Alam filsafat bagi pegiat matematika juga tidak kurang sebut saja cartesian yang katanya dari rendekat (aku dulu dengarnya gitu, – Rene Descartes). Iya Descartes ini memulai dengan ragukan dan tanyakan, segala sesuatu ditanyakan, tentang perang bahkan kematian. Descartes ini unik, dia sering menghitung serdadu yg mati dalam perang dan merenung kenapa dia tidak mati. Nah itulah yang mendasari dia cogito ergo sum 🙂 .
Anggap aja pengantar filsafat tanpa referensi ya. #februarimenulis

About Author:

kadang NgeBlog, kadang baca buku, Pengguna linux biasa yang kadang ngajar tentang IT, kadang matematika dan kadang juga tentang web

Leave A Comment