Griyapena basecamp mahasiswa

Sebagai orang yang pernah menjadi mahasiswa pasti tidak asing dengan yang namanya basecamp. Iya sebuah kontrakan ataupun kost-an sekelompok mahasiswa yang biasanya bersifat komunal dan mempraktekan sosialisme dalam artian sama rata sama rasa utamanya soal bagi-bagi makanan dan jatah bayar listrik, air dan kontrakan :-). Dalam dunia mahasiswa semua hal…

[Continue reading]

Membedah Buku “Membangun Masa Depan Islam”

Dr. Ali Syariati adalah penulis, ideolog, dan aktivis Iran yang produktif dan kontroversial. Dr. Syariati adalah penganut islam syiah yang menjadikan ‘Ali dan Husyain sebagai salah satu figure pedoman perjuangannya. Buku Membangun Masa Depan Islam (MMDI) merupakan kumpulan kuliah Dr. Syariati yang diterbitkan pada tahun 1979 diantara sejarah panjang hidupnya sebagai penggerak maupun pemikir umat yang harus memaksa dirinya keluar-masuk penjara. Buku setebal 192 halaman ini terdiri dari 4 bagian, bagian yang pertama mengambil sub judul “Dari Mana Kita Mesti Mulai”, bagian yang kedua mengambil sub judul “Apa yang Harus Dilakukan”, bagian ketiga dengan sub judul “Pesan untuk Para Pemikir Tercerahkan”, bagian keempat “Membangun Masa Depan Islam”.

[Continue reading]

Aktivis adalah Pembebas

Aktivis itulah pertama yang mesti kita ungkap dalam tulisan ini. Banyak orang menganggap bahwa istilah ini adalah bagi mereka yang berkecimpung di organisasi ataupun sebuah partai politik. Menisbatkan diri sebagai bagian dari aktivis maka harus meluangkan waktu, tenaga, pikir dan juga harta yang tidak sedikit. Soal harta dan tenaga yang…

[Continue reading]

Sampah

iya sampah semalem menjadi perbincangan kami sewaktu ngobrol di pinggir kali winongo sambil ngeteh di angkringan mbah owi. Sampah sudah menjadi momok bagi perkotaan, ya pernah kita dengar setidaknya seperti Bandung, Jakarta yang pernah mengalami permasalahan ketika sampah menggunung. Mungkin kota-kota yang lain akan menyusul karena sampah berkait erat dengan…

[Continue reading]

Membaca itu sulit

Kadang kita mulai membenarkan bahwa waktu adalah sesuatu yang mahal. Dulu ketika masih sekolah atau.kuliah kita seperti banyak waktu luang tapi sulit manfaatin untuk membaca. Dan ketika sudah bekerja waktu makin sulit dibagi lagi apalagi untuk membaca. Padahal keluangan rezeki untuk membeli buku kita sudah dapat mengatur, tetapi membaca bukunya…

[Continue reading]

Muhammadiyah dan Dakwah Digital

Era dinamis dan digital yang serba cepat menuntut hal lain lagi, yaitu layanan yang dinamis dan menyasar pada kebutuhan dasar penggunanya. Sehingga layanan yang sekedar memberikan info tidak begitu disukai pengguna layanan digital. Fenomena Ojek online adalah jawaban dari kebutuhan metropolitan, bagaimana layanan konvensional dapat terintegrasi dengan mobile dan digital. Dan kebutuhan inilah yang mestinya kita baca dan kemudian dicarikan jawabannya. Sehingga dakwaj digital tidak sekedar memberikan “sampah” di dunia maya, yang akan diabaikan para penggunanya.

[Continue reading]

Pendidikan Islam Berkemajuan 1

Pada hari sabtu tanggal 27 juni 2015 saya diberi kesempatan oleh LPCR untuk mengikuti FGD yang diadakan oleh majelis Dikti PPM di UMY. Pagi itu jam 8 pagi saya sudah keluar dari rumah, tujuan utama adalah mengirim paket berkas milik istri saya untuk PD IAI jawa tengah, jadi rutenya adalah…

[Continue reading]

Dakwah, pasar dan amal

Catatan kecil penutupan Muhammadiyah Expo 2015. Tanggal 14 juni 2015 di Jogja City Mall ada hal yang menarik menurutku, ada sebuah pasar di dalam pasar modern 🙂 iya ada stand jualan milik peserta Muhammadiyah Expo diantara stand-stand ber “merk” di mall. Muhammadiyah menarik dakwah yang biasanya dipinggiran dan seolah hanya…

[Continue reading]

Pendidikan Ala Pasar

The happy selected people kata GIE pada saat dia diterima di UI waktu itu. Dia merasa menjadi bagian orang yang begitu beruntung bisa mengenyam bangku perkuliahan. Tetapi sekarang menjadi sangat lain dan lebih menjadi berbalik, mengenyam pendidikan adalah bukan sebuah keberuntungan tetapi menjadi sebuah kerugiaan, karena mereka adalah orang yang…

[Continue reading]

Idealisme berbandrol iklan

“…di Indonesia ini hanya ada dua pilihan menjadi IDEALIS atau APATIS…” adalah sekelumit kata yang dapat kita sitir dari intelekual muda indonesia angkatan ”66, Gie. Dan itulah yang sekiranya dapat kita renungkan kembali dalam era sekarang ini, suatu jaman dimana idealisme adalah suatu yang tak lagi dapat kita pertahankan dalam…

[Continue reading]