Buruh Pendidikan dan Pendidikan ‘calon’ Buruh

Selamat Datang Putra putri 'terkaya' bangsa

SELAMAT HARI BURUH SEDUNIA dan SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Setelah merayakan hari buruh negeri ini memasuki peringatan hari pendidikan nasional. Lalu ada kaitan apa antara buruh dengan pendidikan? orientasi pendidikan kita yang akan mendidik kita jadi calon buruh atau ini adalah bagian lingkaran setan kemiskinan di negeri ini? Dalam UUD 1945 jelas termaktub tujuan pendidikan bangsa ini, tetapi lingkar kemiskinan dan pendidikan ini tak lebih baik dari politik etis jaman belanda yang menyiapkan pendidikan hanya untuk kalangan tertentu dan dengan biaya yang mahal (kalopun ada beasiswa hanya untuk orang-orang tertetu) dan pendidikan hanya untuk menyiapkan calon ‘tenaga kerja’ murah dari kalangan pribumi. Dan pendidikan kita juga masih mewarisi itu semua, pendidikan mahal dan berorientasi pada pemenuhan lapangan kerja dan industri-industri kapitalistik, yang mensyaratkan lembaga pendidikan menyuplai tenaga kerja itu. Dan lembaga pendidikan dianggap berhasil jika berhasil menyuplai banyak tenaga kerja ke industri.

kembali ke buruh dan ‘calon’ buruh, ketika buruh menuntut banyak dan jaminan kesejahteraan ternyata mahasiswa kita belum sadar akan posisi. Seolah buruh dan mahasiswa terpisah dan beda dalam hal tuntutannya, mungkin karena mahasiswa tidak pernah membayangkan apa yang kan mereka lakukan setelah lulus dari lembaga pendidikan itu sendiri. Mereka akan menjadi buruh juga, yang akan kembali menuntut seperti yang dilakukan oleh buruh pada tanggal 1 mei.

BHMN dan kampus-kampus terkenal dinegeri ini adalah jerat lain dari lingkaran setan kemiskinan dinegeri ini juga. Dulu sering kita berujar agar seorang lepas dari kemiskinan dia harus memulai dari pendidikan yang layak, untuk mendapatkan pendidikan yang layak seoarang harus mengeluarkan biaya, untuk mendapatkan biaya pendidikan dia harus bekerja, untuk bekerja dengan gaji yang layak dia harus punya pendidikan yang layak. Dan lingkaran setan ini terus berlanjut, yang jadi pertanyaan dimanakah negara dalam lingkaran setan ini? dan dimanakah peran Tuhan? Jika kemiskinan hanya sekedar dikaitkan sebagai nasib dan takdir Tuhan maka negara sudah terbebas dari tanggung jawab dan UUD 1945 bisa gugur kewajiban konstitusinya. Jika Tuhan mewajibkan ikhtiar maka yang pertama harus bertanggung jawab adalah negara yang wajib menjalankan UUD 1945.

Dari pertanyaan itu mungkin cukup untuk merefleksikan dua hari yang kita rayakan “hari buruh” dan “hari pendidikan nasional” . Bukan sekedar menjadi apologi karena sudah tidak ikut turun ke jalan bersama massa buruh dan mahasiswa, bukan karena takut ntar beasiswa dicabut karena ikutan demonstrasi … Β sepertinya saat ini baru bisa membuat renungan

About Author:

kadang NgeBlog, kadang baca buku, Pengguna linux biasa yang kadang ngajar tentang IT, kadang matematika dan kadang juga tentang web

Leave A Comment