AutoPilot

Beberapa hari ini istilah autopilot jadi marak. Bukan karena produksi pesawat terbang dinegeri ini tetapi tentang negeri ini yang seolah tidak lagi mempunyai pemimpin. Presiden ataupun wakil rakyat sudah tidak begitu mengetahui tentang negara ini. Kemuakan-kemuakan ini bukannya makin berkurang tetapi makin meluas.

Dulu ketika masih aktif di gerakan mahasiswa, aku pernah menulis tentang apatisme rakyat dan revolusi. Apatisme ini adalah sebuah kondisi dimana rakyat sudah tidak lagi percaya dengan negara dan akan menjadi acuh tak acuh dengan kondisi negeri. Negara sudah tidak lagi dipercaya untuk mengawal dan menyejahterakan rakyat, karena rakyat sudah sering ditelantarkan dan tidak pernah diperhatikan. Dan seolah negara dan aparatnya mempunyai sebuah kehidupan sendiri yang terpisah dengan rakyat. Dalam negara demokrasi, kondisi ini jelas akan menurunkan angka partisipasi dalam pemilihan umum sebagai legitimasi demokrasi itu sendiri, walaupun di lain pihak kondisi ini menguntungkan bagi para “petualang politik”. Pilihan untuk tidak memilih wakil-wakilnya di legislatif ataupun eksekutif adalah sebuah pilihan politik juga, sehingga tidak bisa dipaksakan menjadi kewajiban politik rakyat. Kondisi kemiskinan dan nir sejahtera telah menjadikan rakyat sebagai komoditas jual beli politik dan pendulangan suara pemilu dengan indikasi politik uang yang terbuka di setiap pemilu dan pemilukada di negeri ini. Tetapi kita tunggu saja, rakyat tetap bisa bersuara dan tidak selamanya akan dapat ditundukkan dengan sejumlah rupiah.

No State No Problem, iya ketika sering jalan-jalan di pelosok-pelosok desa kata-kata itu sering terngiang-ngiang, “Ada presiden atau nggak rakyat tetap bisa makan kok”, rakyat sebenarnya paham dengan hak-hak poltiknya dan juga hak-haknya sebagai warga, tetapi para pemimpinlah yang tidak pernah memenuhi hak-hak itu. Pembiaran kondisi ini adalah sebuah kesalahan fatal, karena rakyat sudah tidak mengakui lagi eksistensi para pemimpin itu. Dan dalam bahasa ekstrimnya, rakyat sudah masuk dalam ideologi “anarchy”, bahwa rakyat tetap bisa hidup tanpa negara, tanpa pemerintahan, tanpa pemilu.

Jalan Revolusi jika menggunakan indikator-indikator dari VI. Ulyanov maka saat ini sudah ada beberapa yang sesuai. Keterpurukan pasar global (krisis kapitalisme di USA dan Uni Eropa) bisa menjadi isu lokal yang akan menyerang negara yang masih mengagung-agungkan kapitalisme. Krisis kepemimpinan dan pemerintahan juga menjadi simbol bangkrutnya “sistem negara” dan rakyat yang harus mengambil alih. Moga Rakyat makin sadar dengan hak dan perannya dan tidak menyerahkan diri sebagai komoditas politik semata ….

About Author:

kadang NgeBlog, kadang baca buku, Pengguna linux biasa yang kadang ngajar tentang IT, kadang matematika dan kadang juga tentang web

4 thoughts on “AutoPilot

Leave A Comment