Mahasiswa: Kesempatan dan Kreatifitas

Jika akhir tahun kemarin kita dihebohkan dengan terma “disruptive” dan juga tentang kemampuan “coding” maka awal tahun ini kita mesti buktikan bahwa masa depan kita masih cerah :). ya maksudnya untuk masa depan mahasiswa dan siswa di Indonesia tentunya. Nah, di postingan kali ini saya mencoba untuk bercerita tentang kemampuan mahasiswa zaman now, maksudnya mahasiswa yang kebetulan mengikuti perkuliahan saya. Harapan tentang masa depan memang ada pada mereka dan tentunya dengan dukungan kita para “orang tua”, maksudnya generasi pra milenial :). Memberikan kesempatan lebih dan mengapresiasi kreatifitas setidaknya itulah yang dapat dilakukan sehingga masa depan mereka betul-betul terpampang cerah.

ok kita mulai ceritanya, tugas untuk ujian akhir dari mata kuliah yang kebetulan saya ampu adalah eServices yang saya arahkan untuk memberikan pemahaman bagaimana layanan elektronis menjadi trend dan menjadi bagian dari kebutuhan saat ini. Sehingga perkuliahan hanya banyak bercerita bagaimana teknologi digunakan untuk membuat layanan informasi yang dapat digunakan oleh masyarakat. Tata laksana layanan elektronis, utamanya pengenalan beberapa framework pengembangan layanan IT dan juga tentang framework pengembangan aplikasi IT. Dan pengenalan bagaimana eBussines dan eCommerce bekerja.

Nah untuk bagian dari ujian akhir dipilihlah bagaimana unjuk kerja mahasiswa dalam merancang layanan elektronis (eService) dengan 3 (tiga) topik yaitu : pariwisata, lalu lintas, dan kebencanaan. Dan ternyata diluar perkiraan saya bahwa mereka betul-betul kreati dalam mengerjakan tugas kuliah ini. Pada presentasi akhir ada 8 Tim yang tampil mempresentasikan hasil rancangan dan juga demo prototipe aplikasinya. Mari kita ulas sedikit tentang 8 (delapan) Tim ini, yaitu : LADUB, HELPER, DeswitaPule, ICJ Apps, TANCAP, JOGJAJA, WONACITA, & BCN

Secara garis besar semua aplikasi yang ditawarkan dalam presentasi sangat menarik dan sesuai dengan kriteria tugas kuliah eServices ini. LADUB tentang lalu lintas di jogja, info fasum, tambal ban dan juga realtime CCTV ditawarkan. HELPER lebih pada bagaimana menggunakan IT sebagai wahana berbagi dan saling bantu, dari bantuan paling ringan sehari-hari hingga penggalangan dana bencana, dan juga menawarkan reward untuk “hero of the month”. DeswitaPule ini lebih bagaimana mempromosikan desa wisata pule dan juga memberikan layanan bagaimana booking untuk berwisata di desa wisata tersebut. ICJ Apps, ini memindahkan forum berbasis sosial media ke sebuah aplikasi mobile, dari layanan lost & found hingga layanan info lalu lintas. TANCAP aplikasi untuk tanggap bencana ini menarik karena memberikan layanan informasi bagaimana menghadapi bencana dan ada tips dan trik menangani kondisi darurat dan unggulannya adalah memberikan alarm jika di lokasi pengguna tersebut terjadi bencana, dan yang menarik adalah menyediakan layanan darurat berbasis SMS jika kondisi internet di lokasi tidak didukung. JOGJAJA ini adalah aplikasi wisata di jogja yang mengutamakan lokasi-lokasi yang belum “terjamah” dengan dukungan rute dan juga info visual 360Β° video, dan ada juga review dan rating masing-masing destinasi wisata tersebut. WONACITA ini aplikasi “ten new bali” yang menawarkan aplikasi destinasi wisata yang dibuat mirip seperti instagram, 2 (dua) photo pengguna terpilih untuk “photo of the weeks” dan reward voucher wisata sepertinya menarik untuk aplikasi ini, karena sambil mempromosikan wisata juga dapat reward. BCN adalah aplikasi yang kompleks untuk informasi bencana yang menyediakan informasi hingga notifikasi bencana, dan juga dapat berbagi informasi bencana yang langsung di konfirm oleh lembaga berwenang dengan kebencanaan.

Iya 8 (delapan) tim ini berjuang dengan kreatifitas masing-masing, dan jika harus memberikan apresiasi sepertinyaΒ  akan cukup sulit karena akan terkesan subyektif πŸ™‚ tapi untuk penilaian tugas tetap harus ada kriteria. Sehingga apresiasi tetap ada untuk kreatifitas menyiapkan presentasi yang “all out”. Dan bukan berarti menafikan kreatifitas tetapi sekedar mengurutkan bahwa saya mengapresiasi kerja mahasiswa maka urutannya adalah HELPER, WONACITA, LADUB, ICJ Apps, TANCAP, BCN, JOGJAJA, DeswitaPule.

mungkin jika tahun depan masih mengampu mata kuliah ini saya akan lebih mengutamakan presentasi yang luar biasa dan juga sampai pada demo prototipe, dan tugas dimulai 3 (tiga) bulan sebelum UAS. Ok selamat makan pitsa bagi yang ditraktir …

About Author:

Leave A Comment