Ojek

ojek Beberapa hari ini obrolannya masih terkait dengan ojek, baik itu ojek online maupun opang (ojek panggilan versi hanan 🙂 ). Ojek dulu mungkin menjadi profesi informal yang hanya digeluti oleh orang-orang yang tidak punya pekerjaan tetap ataupun yang ingin punya tambahan penghasilan. Sekarang dengan adanya ojek online dengan beberapa perusahaan cukup mengangkat profesi ini, sehingga ojek menjadi pekerjaan yang tidak sekedar sambilan.

Kenapa kok bukan sambilan? ya karena perusahaan ojek juga mempunyai nilai-nilai yang akan digunakan sebagai etos kerja. Kalo menurut para “tukang ojek”, mereka juga punya beberapa aturan perusahaan yang menjadi kontrak kemitraan mereka, diantaranya adalah point dan “bintang”. Point ini menurutku cukup menarik, karena mitra ojek mempunyai target untuk mendapatkan bonus harian dan ini tidak ada jika mereka menjadi Opang. Point ini didapat dari tiap layanan, misal di GoJek ada GoRide dan GoFood yang mempunyai point berbeda. Point harian yang harus dikumpulkan untuk mendapat bonus dari perusahaan adalah 20 point dan harus “nutup” tiap pukul 22.00. Nah dengan adanya target bonus ini menjadikan para mitra ojek semangat dan mencari cara agar dapat menutup point hariannya. Bagaimana jika ada yang akal-akalan dapatin point?? biarlah itu menjadi urusan mitra ojek dan perusahaannya :).

Berikutnya soal “bintang”, ini soal penilaian layanan oleh pengguna ojek. Penilaian layanan ini menjadi bagian reward and punishment, jika tidak mendapat nilai layanan yang baik selama 2 mingu berturut-turut maka mitra ojek bisa diputus kontrak. Nah penilaian layanan ini kadang dikejar oleh mitra ojek, apakah dengan memberikan layanan sesuai SOP akan mendapat “bintang” yang banyak?? kalo kalian pernah menggunakan jasa layanannya pasti akan punya penilaian sendiri untuk mereka.

ah sudahlah yang penting mereka menjadi mitra betulan yang memberikan layanan terbaik.

Oh iya masih tentang ojek online, pas jalan-jalan kemarin ada pertanyaan dari istri tentang bagaimana tentang layanan ojek untuk perempuan. Walaupun udah ada Ojesy, tapi saat itu istri kan belum install aplikasinya jadi nanya, apakah memungkinkan aplikasi itu memberikan sebuah pengecualian yaitu memilihkan pengemudi perempuan untuk pelanggan perempuan dan jika tidak diketemukan pengemudi perempuan pada lokasi tersebut maka aplikasi akan meminta persetujuan dari pelanggan apakah akan menggunakan pengemudi pria misalnya, kebetulan istri juga melihat adanya pengemudi ojek online perempuan barusan lewat. Ini bukan soal syari atau bukan, tapi terkadang perempuan butuh kenyamanan ketika dibonceng ojek. Biarlah ini menjadi pemikiran dari perusahaan ojek online apakah akan menambah fitur ini 🙂

Dan satu lagi, dapatkah ojek online memesan lebih dari satu ojek dalam satu pemesanan. Kenapa? karena kadang melihat satu keluarga bepergian dan akan menggunakan ojek, semisal seorang ibu dan anaknya yang sudah remaja yang tidak mungkin dibonceng dan kadang belum tentu sudah punya gawai untuk memesann ojek. Makin banyak ya kebutuhan fitur ojek online kalau dicari-cari …. ok untuk mitra ojek silahkan cari poin sebanyak-banyaknya dan tetap memberi layanan sesuai SOP biar “bintang” nya nambah dan kontrak kemitraannya berlanjut terus.

  • Unique Post

About Author:

Leave A Comment