Cyber Troops : antara humas dan marketing

Cyber Troops mungkin istilah ini sudah tidak asing bagi pegiat di sosmed. Biasanya mereka dibentuk dengan tugas khusus dan rekruitmen sebagai “relawan” kandidat politik ataupun partai politik. Sejak Obama kampanye presiden amerika 2008 maka istilah kampanye berbasis internet ini makin trend. Ditambah lagi dengan kampanye Jokowi-ahok untuk DKI dan kemudian Jokowi untuk Presiden. Kerja-kerja cybertroops ini utamanya adalah bagaimana membuat pencitraan positif kandidat dan juga menepis isu negatif, bahkan black campaign jatuhin lawan politik.

Pelibatan internet dan politik sangat menarik, karena dunia maya ini dihuni hampir 30% penduduk indonesia. Kampanye politik dan black campaign yang tersebar di media sosial saat ini tidak dapat dibendung, walaupun UU ITE dapat digunakan untuk menjerat perilaku yang dianggap tidak menyenangkan. Dan sudah banyak korban dari jerat UU ITE ini dan kebanyakan bermasalah dengan konten tidak menyenangkan dan atau tidak senonoh.Β Perilaku berinteraksi di dunia maya yang kadang tidak dibarengi dengan pemahaman etika berinternet menjadi permasalahan tersendiri.

Clicktivism

model kampanye di dunia maya ini adalah gabungan antara pemahaman perilaku berinternet para pengguna dan juga kencenderungan politik ataupun dukungan pada isu-isu yang ada. Clicktivism seperti yang diangkat micah m white, adalah bagaimana membaca perilaku click and share para pengguna internet terhadap suatu isu, dalam taraf kesadaran ataupun karena ikut-ikutan temannya. Dan gerakan ini cukup masif dan berhasil untuk model kampanye berbasis petisi online, seperti change.org ataupun avaas. perilaku click and share yang jarang membaca secara detail petisi dan juga kampanye yang dimaksud oleh penggagas isu, kadang menjadi viral dan cepat menyebar.

Bagaimana dengan cybertroops, hampir sama dengan kampanye yang dilakukan oleh para penggagas petisi online, mereka berbasis targetan issue. Memilih model kampanye di media sosial ini maka semua tim saling bahu membahu untuk menyebarkan isu seluas-luasnya ke pengguna internet. Konten kampanye positif ataupun black campaign dengan timeline yang jelas dan terjadwal sehingga perilaku pengguna dapat diukur. Nah pengukuran terhadap tanggapan pengguna internet adalah kerjaan dari internet marketers, dan perumusan isu kampanye adalah bagian dari strategi pemasaran. Konten kampanye positif dan black campaign adalah bagian dari analisa media, dan kembali lagi pada pengukuran tanggapan pengguna, nah muter-muter kan :). Jadi cybertroop bukan sekedar karena kita eksis di internet dan punya banyak penggemar, tetapi bagaimana bermain secara tim untuk menganalisa media sebagai bahan isu dan konten kampanye dan juga mengukur tanggapan pengguna internet.

oh iya peran kehumasan bagaimana ya?? ya yang tadi ngerumusin materi kampanye dan konten positif itu adalah peran kehumasan. Dan membuat counter attack atas isu/black campaign yang ditujukan kepada kandidat (orpol), untuk meluruskan berita-berita mirig dan tidak benar. Sebagai permisalan adalah GPR yang direkrut pemerintah (presiden) untuk melakukan kampanye positif dan mengabarkan info baik dari pemerintah.

ok sementara dikit ini aja ah, biar ntar pada nyari rujukan kalo mau pada bikin cybertroops ataupun konsultas internet marketing πŸ™‚ met itikaf

About Author:

Leave A Comment