Kopdar Radio Muhammadiyah

ini sekedar tentang muhammadiyah dan radio, yang diakui atau tidak kita telah ketinggalan diarea ini. Mungkin kita punya banyak sekolahan dan punya banyak kajian, tapi kita lupa bahwa banyak juga dari kita yang tidak sempat sekolah dan tidak sempat datang untuk ngaji. Radio mungkin suatu media yang murah meriah yang sudah jarang dinikmati oleh kelas menengah keatas yang seolah sudah diganti dengan gadget. Tapi kita tidak semestinya memilah-milah kelas ini dengan sekedar penikmat atau atas kemampuan membeli suatu media, tapi kita harus fokus pada bagaimana menyampaikan kabar gembira lebih meluas, kalo bahasa medianya ya sudah harus membaca tentang konvergensi media.

kopdarRadio adalah teknologi komunikasi yang sudah familiar bagi masyarakat karena sudah sejak lama digunakan sebagai media komunikasi. Efektifitas radio sebagai media berbag informasi juga sudah banyak dibuktikan oleh berbagai negara, utamanya untuk pengembangan masyarakat. Pada perkembangannya radio banyak digunakan sebagai siaran komersial dengan berbagai regulasinya. Sehingga pada bagian tertentu masyarakat seperti tidak mendapat bagian untuk melakukan pendidikan dan komunikasi antar warga dengan radio tersebut.

Pada perkembangannya radio yang kita kenal adalah radio broadcast, dan radio antar warga serta streaming radio melalui Internet. Perkembangan teknologi inilah yang menjadikan radio tetap menarik sebagai media komunikasi. Radio broadcast komersial sudah banyak yang berpindah ke jalur internet untuk memperluas jangkauan siaran. Demikian juga radio komunikasi antarwarga juga sudah menggunakan teknologi internet untuk memperluas jangkauan komunikasinya. Ketika media komunikasi dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi inilah maka jangkauan dan kecepatan informasii tidak dapat dibendung.

Fenomena kemajuan media komunikasi ini sudah banyak diadopsi oleh organisasi dan komunitas untuk membangun eksistensi dan keberlangsungan komunikasi antar warganya. Radio komunitas dalam hal ini yang masih menggunakan frekuensi radio sudah mendapat tempat dan legalitasnya, sehingga kanal-kanal FM diatas dan dibawah chanel komersial dapat digunakan oleh mereka. Dan dengan model inilah jejaring komunitas semakin meluas dan dapat terus memberikan layanan pada warga. Demikian juga dengan beberapa lembaga dakwah, mereka menggunakan radio komunitas sebagai sarana meluaskan dakwah dan juga memberikan layanan pada warga untuk mendapatkan kajian dan dakwah.

Muhammadiyah yang besar dalam jejaring organisasi seolah kelimpungan ketika harus berhadapan dengan kemajuan teknologi komunikasi ini. Alih-alih terlibat dan turut serta mengembangkan teknologi komunikasi malah sering terdengar alibi bahwa muhammadiyah sudah banyak beraktifitas langsung. Layanan dakwah konvensional dengan menghadirkan anggota dan warga sudah tidak begitu massif karena tumbukan kepentingan dan aktivitas warga sendiri. Muhammadiyah harus mulai banyak membaca fenomena kemajuan teknologi dan juga perkembangan masyarakat dalam fenomena dakwah.

Terkait dengan radio dan radio komunitas ini ada beberapa hal yang dapat menjadi catatan untuk muhammadiyah. Pertama adalah jejaring organisasi muhammadiyah yang besar adalah potensi untuk membangun teknologi komunikasi informasi. Kedua banyaknya sarana pendidikan adalah sebuah ruang laboratorium untuk mengolah teknologi menjadi alat komunikasi dan informasi dakwah yang massif. Setidaknya dua potensii tersebut yang dapat kita jadikan sebagai modal dasar untukk pengembangan teknologi komunikasi dan informasi, utamanya radio dan radio komunitas.

Kendala yang muncul pada penyelenggaraan siaran radio adalah program acara itu sendiri. Harapannya dengan menggunakan potensi berjejaring dan juga ruang-ruang laboratorium yang ada, muhammadiyah tidak akan kekurangan program acara dan tidak pula ketinggalan teknologi. Kendala komunikasi, adalah sesuatu yang harus dapat diselesaikan. Pertemuan berjejaring antar pengelola radio dan juga radio komunitas menjadi sebuah keharusan agar dakwah muhammadiyah tetap berjalan.

Dan semoga dengan dimulainya pertemuan pegiat radio muhammadiyah ini akan memantik pertemuam-pertemuan lain dibidang media yang dapat mendukung perkabaran muhammadiyah. Misal blogger dan pegiat media online, sudah semestinya untuk diwadahi dan menjadi ujung tombak dakwah bagi generasi “digital” . Mode dan media dalam dakwah memang sudah semestinya untuk menyesuaikan dengan mode kekinian. Jika kita sudah menasbihkan diri sebagai organisasi modern dan berkemajuan tetapi menolak dengan kemajuan teknologi itu sendiri, atau tetap bertahan pada mode konvensional (tradisional) maka tidak perlu heran jika pada suatu saat kita akan ditinggalkan. Mengutip pernyataan Ali bahwa kita harus menyiapkan media dan keilmuan sesuai dengan generasi yang akan datang, bukan untuk sekedar generasi saat ini. Refleksi untuk kemajuan sangatlah penting, karena sejarah itu berulang dan kita harus belajar dari sejarah yang sudah ada ….. selamat pagi gerimis …

About Author:

Leave A Comment